Sadar ASI

Sadar ASI

Seorang ibu  harus memahami dan tanggap bahwa bukan tubuh yang memberikan ASI, tetapi sikap, hati dan pikiran.

Sudahkah Anda sadari bahwa pemberian ASI bukan hanya sekedar “saat minum susu” untuk si kecil? Bersyukurlah bila Anda sudah menyadarinya. Karena, proses menyusui adalah seni yang membutuhkan konsentrasi dan ketulusan hati.     Proses menyusui adalah salah satu proses bonding yang paling berarti antara ibu dan anak. Oleh karena itu, seorang ibu juga harus memahami dan tanggap bahwa bukan tubuh yang memberikan ASI, tetapi sikap, hati dan pikiran.

Conscious Breastfeeding atau dalam bahasa Indonesia “Sadar ASI”, merupakan solusi terbaik bagi ibu dan bayi,  karena banyak nilai tambah yang bisa diraih dengan menyusui si kecil secara langsung. Berikut sikap yang baik dan persiapan yang bisa dilakukan untuk “Sadar ASI”.

  • Berikan ASI secara langsung, tanpa rasa terpaksa. Tahukah Anda, bayi dapat merasakan emosi ibunya? Si kecil bisa merasakan bila Anda  terpaksa memberikan ASI, sehingga ia pun menjadi rewel, bahkan mungkin akhirnya malas menyusu. Selain itu, emosi negatif yang dirasakan oleh Anda bisa menghambat  pengeluaran hormon oksitosin, yakni hormon yang  berpengaruh besar terhadap produksi ASI. Dengan kata lain, hormon ini akan muncul dengan sendirinya saat Anda merasa bahagia, tenang, rileks, dan tidak stress.
  • Berikan ASI saat si kecil memintanya. Bukan hanya Anda yang tidak boleh merasa terpaksa, tetapi si kecil juga demikian. Walaupun Anda sudah tenang dan rileks, si kecil juga harus tenang, karena proses menyusui merupakan proses timbal balik antara ibu dan bayi. Untuk itu, jangan memaksanya untuk menyusu pada Anda saat ia tidak ingin menyusu.
  • Gunakan baju yang nyaman dan cocok untuk Anda, dan bersih. Persiapkanlah diri dengan baju yang nyaman dan aman untuk menyusui, seperti baju dengan kancing depan. Di pasaran juga kita tersedia banyak baju khusus untuk ibu menyusui. Anda juga dapat mempersiapkan diri dengan syal, handuk, atau nursing apron yang dijual di toko perlengkapan bayi. Selain itu, pastikan baju yang Anda gunakan tidak kotor, misalnya ada bekas makanan atau bekas tumpahan air, dan sebagainya. Semua ini agar proses menyusui menjadi nyaman dan lebih santai, baik bagi Anda dan si kecil.
  • Posisi menyusui yang baik dan nyaman. Saat menyusui, Anda  harus yakin bahwa posisi Anda berdua sudah nyaman. Pastikan juga bahwa posisi yang diambil adalah posisi menyusui yang benar, yaitu perut si kecil berada dalam dekapan Anda, dada Anda bertemu dengan dada si kecil, hidung si kecil pada posisi puting, dagu si kecil pada posisi bagian bawah payudara Anda. Cara mudah menghafalnya dengan kata – kata “tummy to mummy, chest to chest, nose to nipple, chin to breast”.
  • Kondisi tubuh yang rileks dan tenang. Menyusui tanpa paksaan saja tidak cukup untuk mencapai proses menyusui yang sempurna. Anda sebaiknya bisa tetap rileks dan tenang saat memberikan ASI pada si kecil. Ingatlah, kondisi ini berkaitan dengan keberadaan dan aktifnya hormon oksitosin.
  • Kontak mata dengan si kecil.   Kontak mata atau eye contact dengan si kecil harus dipertahankan, karena disinilah proses bonding yang erat bisa terjalin. Jangan hanya sekedar memeluk dan memberikan ASI padanya, tetapi berbicaralah lewat mata. Berikan pandangan yang lembut dan penuh kasih sayang. Walaupun masih bayi, si kecil bisa menangkap bahasa cinta yang tersalur melalui tatapan Anda.
  • Puting dan payudara yang bersih dan terawat.   Selain untuk kepentingan si kecil, jika payudara Anda terawat dan bersih, maka Anda bisa terhiindar dari berbagai gangguan payudara saat menyusui, seperti puting payudara lecet. Setelah mandi, bersihkanlah puting dan areola (daerah berwarna kehitaman di sekitar puting) dengan menggunakan kapas yang telah dicelupkan pada air hangat. Jika akan menyusui si kecil, perah sedikit ASI lalu oleskan pada puting dan areola.
  • Jaga asupan gizi Anda. Apa yang Anda makan dan minum akan dirasakan pula oleh si kecil melalui ASI.  Makanlah makanan yang bergizi dan bernutrisi tinggi supaya si kecil juga mendapatkan manfaatnya. Selain itu, penuhilah kebutuhan tubuh Anda akan cairan dengan baik. Bila perlu, bawalah camilan yang sehat kemanapun Anda pergi, sebagai tambahan asupan gizi Anda.

Seputar ASI

Seputar ASI

 Mengapa sih kita  sangat dianjurkan untuk memberikan ASI pada sang buah hati? Yuk kita cari tahu alasannya.

 Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik yang dapat diberikan oleh seorang ibu kepada anak yang baru dilahirkannya. Antara lain karena ASI memiliki banyak keunggulan dibandingkan susu formula. Komposisi ASI sesuai unrtuk pertumbuhan bayi dan bisa berubah setiap saat sesuai dengan kebutuhannya, ASI mengandung zat pelindung yang dapat menghindarkan bayi dari berbagai penyakit infeksi, dan bisa juga membantu penjarangan kelahiran asal dilakukan dengan benar.

Selain itu, pemberian ASI juga disebut-sebut mempunyai pengaruh emosional yang luar biasa yang mempengaruhi hubungan batin ibu dan anak, juga perkembangan jiwa si anak. Yang tidak kalah menarik, pemberian ASI dinyatakan lebih menguntungkan secara ekonomis dibandingkan pemberian susu formula. Tidak heran bila pemerintah Indonesia kerap mencanangkan program-program yang bertujuan untuk mendukung keberhasilan menyusui.

Namun, mengapa masih ada ibu yang tidak memberikan hanya ASI (ASI eksklusif) pada bayinya sampai umur 6 bulan, bahkan ada yang enggan untuk menyusui bayinya dengan berbagai alasan. Perlu diketahui, penggunaan ASI yang dianjurkan selain ASI eksklusif adalah pemberian ASI diteruskan sampai umur 2 tahun bersama dengan makanan tambahan yang adekuat.

Yang menjadi penyebabnya antara lain kurangnya motivasi dan rasa percaya diri ibu untuk menyusui, serta penatalaksanaan menyusui yang salah, khususnya di tempat ibu bersalin. Bila faktor-faktor tersebut dapat diatasi, maka setiap ibu berpeluang besar dalam meraih keberhasilan dalam menyusui buah hatinya tercinta.

Berikut beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan oleh ibu yang ingin sukses menyusui bayinya:

  • Pentingnya motivasi dan rasa percaya diri.  Bila Anda memiliki motivasi yang kuat, Anda tidak akan mudah menyerah dan putus asa saat berhadapan dengan “batu-batu” yang menghalangi jalan menuju cita-cita sukses menyusui.  Untuk itu, tidak ada salahnya bila Anda dan pasangan meluangkan waktu untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang segala keunggulan ASI. Khususnya, bagi Anda yang sedang hamil anak pertama, atau belum punya pengalaman menyusui. Janganlah segan untuk bertanya tentang hal-hal yang ingin Anda berdua ketahui dengan pasti kebenarannya. Di beberapa rumah sakit di Jakarta telah terbentuk klinik laktasi yang memberi pelayanan untuk ibu yang membutuhkan informasi atau mengalami masalah seputar menyusui. Intinya, semakin banyak bekal informasi yang Anda peroleh, semakin kuat motivasi Anda untuk menyusui si kecil. Seiring dengan itu, kepercayaan Anda terhadap diri sendiri bahwa Anda pasti bisa menyusui pun semakin tinggi.
  • Fisik prima, ASI prima. Selain mempersiapkan diri secara mental, Anda sebaiknya tidak lupa untuk mempersiapkan juga fisik Anda. Pada manusia, ASI dihasilkan oleh alveoli yang terdapat dalam payudara Jadi, agar kelak proses menyusui berjalan mulus, Anda sebaiknya melakukan perawatan payudara dan putingnya sejak hamil. Yang perlu diiingat, besar kecilnya payudara pada dasarnya tidak berpengaruh terhadap produksi ASI. Selain itu, bila Anda ingin memberikan ASI yang baik mutu maupun jumlahnya, maka Anda harus menjaga agar Anda selalu dalam keadaan status gizi yang baik. Jadi, sejak sebelum hamil, Anda dianjurkan untuk memperhatikan jumlah dan jenis makanan yang Anda konsumsi. Dengan memperhatikan asupan gizi yang baik selama hamil, pertumbuhan dan perkembangan janin diharapkan berlangsung optimal, memperoleh jaminan untuk dilahirkan dalam keadaan sehat, dan dapat tumbuh serta berkembang dengan baik. Selain itu, ASI yang Anda produksi juga akan baik mutu dan jumlahnya, serta jangka waktu Anda untuk memproduksi ASI pun menjadi relatif lama.
  • Sabar dan penuh cinta. Bila Anda telah memutuskan untuk menyusui bayi Anda, maka harus memulainya segera setelah jalan nafasnya dibersihkan dan ditentukan nilai Apgar-nya baik. Perlu diketahui, refleks hisap bayi paling kuat adalah pada jam-jam pertama setelah ia dilahirkan. Di lain pihak, hisapan bayi pada puting ibunya akan  merangsang pengeluaran hormon prolaktin (hormon yang merangsang produksi ASI) dan hormon oksitoksin (hormon yang merangsang refleks pengeluaran ASI). Kolostrum (ASI yang keluar dari hari pertama sampai hari ke sepuluh atau ke empat belas  setelah melahirkan) akan lebih cepat keluar. Kolostrum ini mengandung zat-zat gizi dan zat kekebalan tubuh (antibodi) dalam jumlah yang banyak di bandingkan ASI yang keluar pada hari-hari berikutnya. Selain merangsang produksi dan pengeluaran ASI, pengeluaran hormon juga akan mempercepat kontraksi kandungan, sehingga lebih cepat kembali ke ukuran semula.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, kita mulai sekarang.